abstraksi pengembangan wilayah

 

Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia (JSTI)

Volume 17, Nomor 2, Agsutus 2015

 

Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia (JSTI), adalah wadah informasi bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah, terkait dalam bidang Iptek.  Terbit pertama kali pada tahun 1999, dengan frekwensi terbit tiga kali setahun, yaitu bulan April, Agustus dan Desember.

 

Pembina :

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

 

Pengarah :

Sekretaris Utama BPPT

 

Penanggung Jawab :

Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi.

Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi

Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam

Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa

Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material.

 

Ketua Dewan Redaksi :

Prof. Dr. Ir. Bambang Hariyanto, MS. (Bidang Teknologi Petanian)

 

Wakil Ketua Dewan Redaksi :

Dr. Ir. I. Nyoman Jujur, M.Eng. (Bidang Teknik Mesin/Material)

 

Anggota Dewan Redaksi :

Prof. Dr. Suyanto Pawiroharsono, DEA. (Bidang Teknologi Pangan dan Mikrobiologi)

Dr. Siswa Setyahadi (Bidang Bioteknologi)

Prof. Dr. Ir. Yudhi Soetrisno Garno, MSc. (Bidang Teknologi Lingkungan)

Prof. Ir. Maryadi, M.A. (Bidang KebijakanTeknologi )

Ir. Andrari Grahitandaru, M.Si. (Bidang Teknologi Elektronika dan Informatika)

Prof. Dr. Herliyani Suharta (Bidang Teknologi Energi)

Dr. Ir. Sudirman Habibie (Bidang Teknologi Proses Industri).

Dr. Ir. Samudro, M.Eng. (Bidang Teknologi Pertahanan dan Keamanan)

Prof. Ir. Wimpie Agung Nugroho, MSCE, Ph.D. (Bidang Teknologi Transportasi)

Prof. Dr. Ir. Suhendar I. Sachoemar  (Bidang Teknologi Kelautan)

Dr. Ir. Herman Edyanto (Bidang Teknologi Pengembangan Wilayah)

Ir. Wisyanto, MT. (Bidang Teknologi Mitigasi Bencana)

Dr. Ir. Iwan G. Tejakusuma, M.Sc. (Bidang Teknologi Sumberdaya Lahan dan Mitigasi Bencana)

 

Redaksi Pelaksana :

Ir. Sindu Akhadiarto, MM. APU. (Ketua)

Prof. Dra. Netty Widyastuti, M.Si. (Wakil Ketua)

Yanti Permatasari, SH. (Anggota)

Juprianto, S.Sos. (Anggota)

Drs. Gatot Sukoco (Anggota)

Sulistio Lestari (Anggota)

Indra Pranajaya, S.Sn. (Anggota)

Pinggar Hawa (Anggota)

Syahrul Rosyad (Anggota)

Afifah, S.Kom. (Anggota)

 

Alamat Redaksi/Penerbit :

Biro Umum dan Humas, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Jl. MH. Thamrin 8, Gedung II BPPT, Lt. 7, Jakarta 10340.

Telpon (021) 316-8200; Fax : (021) 319-24319, E-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

UCAPAN TERIMA KASIH

Ucapan terima kasih dan penghargaan disampaikan kepada para pakar yang telah diundang sebagai Mitra Bestari / Penelaah oleh Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia (JSTI) pada Volume 17, Nomor 2, Tahun 2015, dengan Edisi : Pengembangan Wilayah. Berikut ini Daftar Nama Pakar yang berpartisipasi :

 

Nama Mitra Bestari

Instansi & Alamat

Dr. Ir. Muchdie MS.

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.  Jl. Limau II, Kebayoran Baru, Jakarta - 12130

Dr. Ir. Agus Prabowo, M.Eng.

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Bappenas.  Jl. Suropati, Jakarta Pusat.

Dr. Ir. Wahyu Widiyono, M.Si.

Pusat Penelitian Biologi – LIPI, Kampus Cibinong Science Center.  Jl. Raya Jakarta – Bogor, Km. 46, Cibinong 16911.

Dr. Ir. Dudi Iskandar, M.Sc.

Pusat Pengakajian Kebijakan Inovasi Teknologi, BPPT. Gedung Manajemen, Lt. 2, Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan.

 


KATA PENGANTAR

Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia (JSTI) merupakan edisi dengan beberapa topik yang menyangkut ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), seperti : Pertanian, Bioteknologi, Material, Pengembangan Wilayah, Mitigasi Bencana, Energi, Transportasi, Kebijakan Teknologi, dan sebagainya.  Penerbitan JSTI, pada Volume 17, Nomor 2, pada bulan Agustus 2015  kali ini dengan mengambil topik tentang Pengembangan Wilayah.

Dalamedisiinitopik utamadiarahkanpadatelaahilmiah di bidangPengembangan Wilayah denganmemuat 5 (lima) artikel, yang masingmasingnyaberjudul : (1)Pengembangan Baron Agro Technopark sebagaiInstrumen untuk Pembangunan Daerah BerbasisTanaman Energy yang membahasmengenaikonseppertanianproduksimekanismeyang menghasilkantanamanenergydanpertanianenergy untuk aktivitaspariwisata di Gunungkidul, (2). AnalisisFaktorPembatasLahan untukPengembangan Areal BudidayaTebu di KabupatenBrebes, Jawa Tengah yang membahasevaluasikesesuaianlahanuntukpertumbuhantebudanmemberikanrekomendasimelaluipemupukanlahanuntukbudidayatebu yang optimal, (3). KajianPotensiPulau Kecil (P. Jemaja) BerbasisKarakteristik dan KualitasSumberdayaLahan untukPengembanganKawasanPertanianTanamanPangan yang membahasanalisisbiofisiklahankhususnyakesuburanlahan, ketersediaansumberdaya air dankesesuaianlahanuntukpengembanganpertaniantanamanpangan di PulauJemaja, (4). SistemPertahananKombinasi untukMelindungi Kota Pantai Dari Bahaya Tsunamidengan fokus pembahasanmengenaipenguranganrisikobencana tsunamimelaluipenerapankombinasisistemmitigasibencana non strukturaldanmitigasistrukturalnya,(5). Alternatif Pembangunan Wilayah melaluiKeterkaitanDesa Kota yang membahasmengenaiperspektifbarumengenaipendekatanhubunganantarapedesaandankota.

Kami berharap agar Jurnal Ilmiah JSTI iniakanmampumenambahpenguataan Iptek bagi Pengembangan Wilayah danbergunabagi para pembaca. Akhirnya, taklupa kami selalumengundang para ahli, akademisi maupun masyarakat untukmempublikasikanpemikiranatautemuanilmiah di JSTI pada edisi Jurnal selanjutnya. Redaksi sangat menghargai kritik dan saran yang membangun.  Atas bantuan dan kerjasama semua pihak, kami mengucapkan terima kasih.

 

             Redaksi JSTI


DAFTAR ISI

1.

Keterkaitan Desa Kota : Sebuah Alternatif Pembangunan di Wilayah Pedesaan.

- Maryadi

 

1 - 6

2.

Sistem Pertahanan Kombinasi untuk Melindungi Kota Pantai dari Bahaya

Tsunami.

- CB. Herman Edyanto

 

7 - 14

3.

Analisis Faktor Pembatas Lahan untuk Pengembangan Areal Budidaya Tebu di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

- Daru Mulyono

 

15 - 21

4.

Kajian Potensi Tanaman Pangan di Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas.

- Hasmana Soewandita

 

22 - 31

5.

Model Taman Teknologi Berbasis Tanaman Energi sebagai Instrumen Pengembangan Wilayah.

- Anton Gunarto

 

32 - 39

     

 

Index Penulis . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

 

40

   

 

Panduan Penulis . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

 

41

 

 

 





 

KETERKAITAN DESA KOTA : SEBUAH ALTERNATIF PEMBANGUNAN

DI WILAYAH PEDESAAN

 

RURAL URBAN RELATIONSHIPS : AN ALTERNATIVE FOR RURAL DEVELOPMENT

 

Maryadi

 

Abstrak

 

Tulisan ini mencoba untuk menjelaskan pembanguan wilayah pedesaan sebagai akibat adanya hubungan antara wilayah pedesaan dengan perkotaan. Di Indonesia hubungan itu lebih disebabkan oleh adanya kegiatan di bidang pertanian mengingat sebagian besar penduduk pedesaan masih bekerja di sektor pertanian, sementara faktor produksi yang diperlukan berada di wilayah perkotaan. Seperti diketahui pada saat ini terdapat saling ketergantungan ekonomi, sosial dan lingkungan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Oleh karena itu  diperlukan adanya pendekatan yang seimbang dan saling mendukung untuk pembangunan kedua daerah itu. Pemikiran bahwa pembangunan pedesaan berbeda dari pembangunan perkotaan sudah tidak berlalu lagi. Perspektif baru menyebutkan pembangunan pedesaan akan lebih cepat bila hubungan antara perdesaan-perkotaan  semakin erat. Hal ini  berkaitan dengan fakta ekonomi yang berkembang dalam bentuk pergerakan barang,  orang serta modal  yang terjadi antara daerah perkotaan dan perdesaan.

 

Kata kunci : Ketimpangan, pembangunan, desa, kota.

 

 

 

SISTEM PERTAHANANKOMBINASI UNTUK MELINDUNGI

KOTA PANTAI DARI BAHAYA TSUNAMI

 

THE COMBINED DEFENCE SYSTEM TO PROTECT THE COASTAL

CITY FROM TSUNAMI HAZARD

 

CB. Herman Edyanto

 

Abstrak

 

Kota pantai merupakan kota yang bertumbuh dengan cepat, oleh karena didukung oleh sarana dan prasarana laut yang cukup. Potensi keindahan laut menjadikan laut sebagai serambi dan jendela kota pantai. Potensi ini yang mendorong tawaran investasi yang menjanjikan bagi pembangunan kegiatan ekonomi di kawasan pantai. Namun yang sering  terlupakan adalah bahwa kota pantai tidak terlepas dari permasalahan bencana, khususnya tsunami. Analisis terhadap komponen perlindungan pantai memberikan gambaran bahwa vegetasi pantai yang telah beradaptasi dengan lingkungan pantai dapat berfungsi sebagai sistim pertahanan pantai dalam bentuk mitigasi non struktural.Penerapan sistim perlindungan seperti ini memiliki pembiayaan yang relatif mudah dan murah. Disisi lain, untuk lebih memperkuat perlindungan dari gelombang dan limpasan tsunami, mitigasi struktural tetap dibutuhkan. Kombinasi dari kedua sistem memberikan kekuatan ganda bagi upaya perlindungan kota pantai. Pendekatan studi ini bersifat kualitatif dengan menganalisis sistem mitigasi non struktural dan mitigasi structural.Perpaduan antara kedua sistem ini mampu untuk mengurangi risiko bencana

 

Kata kunci  : perlindungan, pertahanan, pantai, kota pantai, vegetasi, tsunami

 

 





 

ANALISIS FAKTOR PEMBATAS LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN

AREAL BUDIDAYA TEBU DI KABUPATEN BREBES, JAWA TENGAH

 

ANALISYS OF LAND LIMITING FACTORS FOR THE DEVELOPMENT OF SUGARCANE CULTIVATION AREA IN BREBES REGENCY, CENTRAL JAVA

 

Daru Mulyono

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kesesuaian lahan untuk pertumbuhan tebu dan memberikan rekomendasi melalui pemupukan lahan untuk budidaya tebu yang optimal. Selain itu, dampak dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan luas tanam tebu dan produktivitasnya. Penelitian ini menggunakan Sistem Informasi Geografis (GIS) di Kabupaten Brebes, mulai dari bulan Juni sampai Oktober 2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah yang cocok, cocok bersyarat, dan tidak cocok untuk budidaya tebu di Kabupaten Brebes mencapai 40.148 ha, 7.555 ha, dan 124.071 ha. Berdasarkan kondisi tanah dengan kandungan rendah N, P dan K, perhitungan dosis pupuk N, P, dan K untuk budidaya tebu secara optimal mencapai: N (ZA) = 575 kg/ha, P (SP 36) = 170 kg/ha, dan K (KCl) = 600 kg/ha.

 

Kata kunci: tebu, budidaya, pupuk, lahan, kesesuaian

 

 

 

KAJIAN POTENSI TANAMAN PANGAN DI PULAU JEMAJA

KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS

 

STUDY ON THE POTENTIAL OF FOOD CROPS IN JEMAJA ISLAND

REGENCY OF ANAMBAS ISLANDS

 

Hasmana Soewandita

 

Abstrak

 

Tujuan dari kajian ini adalah melakukan analiisis biofisik lahan khususnya kesuburan lahan, ketersediaan sumberdaya air dan kesesuaian lahan untuk pengembangan pertanian tanaman pangan di Pulau Jemaja.   Metoda yang digunakan dalam studi ini adalah survey lapang dengan sampling tanah dengan metoda grid.   Hasil kajian menunjukkan bahwa kesuburan tanah dibeberapa lokasi kajian menunjukkan kesuburan tanahnya mempunyai kandungan hara sedang hingga tinggi meskipun dibeberapa satuan lahan ada yang masih terkenda retensi hara.  Tekstur pasir juga menjadi kendala pengembangan pada beberapa blok satuan lahan sehingga lokasi yang bertekstur pasir tidak layak.  Ketersediaan air permukaan dengan adanya beberapa sungai dan juga adanya Bendung Dapit merupakan dukungan bagi lahan untuk pengembangan padi sawah dengan irigasi teknis.  Dari luasan wilayah yang dikaji yaitu sekitar 700 Ha yang berada di pulau Jemaja, kawasan ini siap dikembangkan menjadi kawasan pertanian tentunya dibeberapa satuan lahan masih terkendala oleh faktor pembatas seperti pH tanah yang rendah, drainase, retensi hara,  kedalaman perakaran dan tekstur tanah.  Faktor pembatas masih memungkinkan untuk diperbaiki kecuali seperti tekstur tanah.  Pengembangan kawasan pertanian tanaman pangan ini dibagi dalam beberapa klaster wilayah yang masing masing klaster terdiri dari beberapa blok atau satuan lahan yang mencerminkan pengelompokan lokasi.  Klaster klaster wilayah tersebut adalah Bukit Padi, Telaga Dungun, Pasiran, Mampok, Bayur Selubung, Risan, Padang Melang, Talipuk, Dapit, Air Jenang Air Semawang, Batu Berapit Air Dalam, Kelikai, Air Tengah-Gunung Kuta.

 

Keyword : kesuburan tanah, irigasi, kesesuaian lahan

 

 

 

MODEL TAMAN TEKNOLOGI BERBASIS  TANAMAN ENERGI SEBAGAI INSTRUMENPENGEMBANGAN WILAYAH

 

MODEL OF TECHNOLOGY PARK BASED ON ENERGY CROPS

AS AN INSTRUMENTFOR REGIONAL DEVELOPMENT

 

Anton Gunarto

 

Abstrak

 

Tujuan penelitian adalah untuk mengumpulkan dan menganalisis data dalam rangka menyusun konsep model Taman Teknologi Agro berbasis agrowisata tanaman energi sebagai instrumen pengembangan wilayah Taman Teknologi Baron. Metode analisis data melalui pendekatan kerangka kerjaperencanaan atau analisis suplai Gold (1980) dan pengumpulan data melalui diskusi kelompok terarah. Konsep Taman Teknologi Agro Baron merupakan suatu tempat mengembangkan model pertanian terpadu yang menghasilkan tanaman energi sebagai sumber bahan baku nabati penghasil biofuel, biodiesel dan biogas, sekaligus dijadikan sebagai agrowisata edukatif yang dapat memberikan pengetahuan/edukasi kepada masyarakat tentang kegiatan budidaya, pasca panen, pengolahan produk serta profil tanaman energi dan pemanfaatannya. Penataan ATP berbasis agrowisata tanaman energi yang sesuai persyaratan teknis budidaya, fungsi dan nilai estetika, akan memberikan kemudahan, kenyamanan, kepuasan dan kesan positif bagirekreasipengunjung, tanpa harus mengganggu riset dan budidaya juga merusak tanaman energinya.

 

Kata kunci : Energi terbarukan, Taman Teknologi Agro, Agrowisata tanaman energi