abstrak mitigasi bencana

 

Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia (JSTI)

Volume 16, Nomor 3, Desember 2015

 

Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia (JSTI), adalah wadah informasi bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah, terkait dalam bidang Iptek.  Terbit pertama kali pada tahun 1999, dengan frekwensi terbit tiga kali setahun, yaitu bulan April, Agustus dan Desember.

 

Pembina :

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

 

Pengarah :

Sekretaris Utama BPPT

 

Penanggung Jawab :

Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi.

Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi

Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam

Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa

Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material.

 

Ketua Dewan Redaksi :

Prof. Dr. Ir. Bambang Hariyanto, MS. (Bidang Teknologi Petanian)

 

Wakil Ketua Dewan Redaksi :

Dr. Ir. I. Nyoman Jujur, M.Eng. (Bidang Teknik Mesin/Material)

 

Anggota Dewan Redaksi :

Prof. Dr. Suyanto Pawiroharsono, DEA. (Bidang Teknologi Pangan dan Mikrobiologi)

Dr. Siswa Setyahadi (Bidang Bioteknologi)

Prof. Dr. Ir. Yudhi Soetrisno Garno, MSc. (Bidang Teknologi Lingkungan)

Prof. Ir. Maryadi, M.A. (Bidang KebijakanTeknologi )

Ir. Andrari Grahitandaru, M.Si. (Bidang Teknologi Elektronika dan Informatika)

Prof. Dr. Herliyani Suharta (Bidang Teknologi Energi)

Dr. Ir. Sudirman Habibie (Bidang Teknologi Proses Industri).

Dr. Ir. Samudro, M.Eng. (Bidang Teknologi Pertahanan dan Keamanan)

Prof. Ir. Wimpie Agung Nugroho, MSCE, Ph.D. (Bidang Teknologi Transportasi)

Prof. Dr. Ir. Suhendar I. Sachoemar  (Bidang Teknologi Kelautan)

Dr. Ir. Herman Edyanto (Bidang Teknologi Pengembangan Wilayah)

Ir. Wisyanto, MT. (Bidang Teknologi Mitigasi Bencana)

Dr. Ir. Iwan G. Tejakusuma, M.Sc. (Bidang Teknologi Sumberdaya Lahan dan Mitigasi Bencana)

 

Redaksi Pelaksana :

Ir. Sindu Akhadiarto, MM. APU. (Ketua)

Prof. Dra. Netty Widyastuti, M.Si. (Wakil Ketua)

Yanti Permatasari, SH. (Anggota)

Juprianto, S.Sos. (Anggota)

Drs. Gatot Sukoco (Anggota)

Sulistio Lestari (Anggota)

Indra Pranajaya, S.Sn. (Anggota)

Pinggar Hawa (Anggota)

Syahrul Rosyad (Anggota)

Afifah, S.Kom. (Anggota)

 

Alamat Redaksi/Penerbit :

Biro Umum dan Humas, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Jl. MH. Thamrin 8, Gedung II BPPT, Lt. 7, Jakarta 10340.

Telpon (021) 316-8200; Fax : (021) 319-24319, E-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

UCAPAN TERIMA KASIH

Ucapan terima kasih dan penghargaan disampaikan kepada para pakar yang telah diundang sebagai Mitra Bestari / Penelaah oleh Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia (JSTI) pada Volume 16, Nomor 3, Tahun 2014, dengan Edisi : Mitigasi Bencana. Berikut ini Daftar Nama Pakar yang berpartisipasi :

 

 

Nama Mitra Bestari

Instansi & Alamat

 Dr. Sutopo Purwo Nugroho, M.Si. S.Si. APU

Pusat Data Informasi dan Humas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).  Graha BNPB, Lt. 12, Jl. Pramuka Kav. 38, Jakarta Timur.

 Prof. Dr. Edvin Aldrian, B.Eng., M.Sc.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).  Jl. Angkasa I, No. 2, Jakarta – 10720.

Dr. Ir. Zufialdi Zakari, MS.

Fakultas Teknik Geologi (FTG), Universitas Pajajaran.  Jl. Raya Bandung – Sumendang Km. 21, Jatinagor – 45363.

Dr. Ir. Udrekh M.Sc.

Pusat Teknologi Sumberdaya Lahan, Wilayah dan Mitigasi Bencana, BPPT. Gedung 820 Teknologi Sistem kemumian (Geostech), Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan – 15314.

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Nya, sehingga penerbitan Jurnal Sains dan Teknologi Ondonesia (JSTI), Volume 16, Nomor 3 pada bulan Desember 2014 ini dapat diselesaikan.

Upaya penanggulangan bencana terus berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan peradaban manusia.  Ilmu pengetahuan senantiasa memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat akan pentingnya kesadaran dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.  Melalui JSTI ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Indonesia menuju bangsa yang tanggap, tangkas dan tangguh menghadapi bencana.

Materi Jurnal dalam edisi ini menyampaikan hal hal yang berkaitan dengan seluruh fase kebencanaan.  Bencana kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan serta pengaruhnya terhadap kualitas udara mengawali materi dalam Jurnal ini.  Materi berikutnya menyampaikan analisis penggunaan dan kesesuaian lahan berdasarkan potensi bahaya letusan gunung merapi, diikuti materi kajian kerentaan gempa bumi terhadap gedung bertingkat. Selain itu juga dibahas analisis longsor Cililin dan pengupayaan kestabilan lerengnya.  Pada Jurnal edisi kali ini, kami juga menyajikan bentuk partisipasi masyarakat sebagai upaya untuk mengurangi resiko bencana Tsunami di daerah-daerah pantai.

Pada kesempatan ini, kami atas nama Redaksi JSTI mengundang para ahli, akademisi maupun masyarakat untuk berpartisipasi mengisi makalah ilmiah pada penerbitan JSTI edisi selanjutnya.  Redaksi sangat menghargai kritik dan saran yang membangun.  Atas bantuan dan kerjasama semua pihak, kami mengucapkan banyak terima kasih.

 

 

Redaksi JSTI


DAFTAR ISI

1.

Bencana Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Udara di Propinsi Riau Pebruari-Maret 2014.

- Erwin Mulyana.

 

1 - 7

2.

Analisis Penggunaan dan Kesesuaian Lahan Berdasarkan Potensi Bahaya Letusan Gunung Merapi.

- Hasmana Soewandita dan Nana Sudiana

 

8 - 19

3.

Kajian Kerentanan Gempa Bumi Gedung Bertingkat dengan Bentuk Beraturan dan Tidak Beraturan.

- Mulyo Harris Pradono

 

20 - 26

5.

Partisipasi Masyarakat sebagai Upaya untuk Mengurangi Resiko Bencana Tsunami di Daerah Pantai.

- CB. Herman Edyanto

 

27 - 33

4.

Analisis Longsor Cililin 2014 dan Model Pengupayaan Kestabilan Lerengnya.

- Wisyanto

 

34 - 41

     

 

Index Penulis . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

 

42

   

 

Panduan Penulis . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

 

43

 


 





 

BENCANA KABUT ASAP AKIBAT KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN

SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KUALITAS UDARA

DI PROVINSI RIAU FEBRUARI – MARET 2014

 

SMOKE HAZE DISASTER OF LAND AND FOREST FIRE IN RELATION

WITH AIR QUALITY IN RIAU PROVINCE DURING

FEBRUARY - MARCH 2014

 

Erwin Mulyana

 

Abstrak

 

Telah dilakukan analisis kebakaran hutan dan lahan terhadap bencana kabut asap di Provinsi Riau pada bulan Februari dan Maret 2014. Data harian hotspot dari NOAA 18 dan data harian ISPU dari Kementerian Lingkungan Hidup digunakan dalam penelitian ini. Kualitas udara dalam beberapa hari sempat masuk kategori Berbahaya dengan nilai ISPU >500. Jumlah hotspot yang menunjukkan adanya kebakaran hutan dan lahan mencapai 2.543 titik Bulan Februari 2014 terdapat 1.319 titik hotspot sedangkan bulan Maret 2014 terdapat 1.224 titik hotspot. Jumlah hotspot terbanyak pada bulan Februari 2014 terjadi pada tanggal 11 Februari  (243 titik) sedangkan pada bulan Maret 2014 terjadi pada tanggal 27 Maret (171 titik). Sebaran titik panas terkonsentrasi di Kabupaten Bengkalis sebanyak 650 titik atau 25,6 % dari total hotspot yang ada di Provinsi Riau. Jumlah terbanyak berikutnya adalah Kabupaten Pelalawan 350 titik (13,8 %), Kabupaten Siak 311 titik (12,2 %), Kabupaten Indragiri Hilir 309 titik (12,2 %), Kabupaten Rokan Hilir 286 titik (11,2 %), Kabupaten Meranti 232 titik (9,1 %), dan Dumai 220 titik (8,7 %).

 

Kata kunci : Kabut asap, kualitas udara, hotspot, kebakaran lahan dan hutan.

 

 

 

ANALISIS PENGGUNAAN  DAN KESESUAIAN LAHAN BERDASARKAN

POTENSI BAHAYA LETUSAN GUNUNG MERAPI

 

LAND USE AND LAND SUITABILITY ANALISYS BASED ON ERUPTION

HAZARD POTENTIAL OF MOUNT MERAPI 

 

Hasmana Soewandita dan Nana Sudiana

 

Abstrak

 

Gunung Merapi merupakan gunung yang tergolong aktif dan frekwensi erupsi tergolong sering terjadi.  Dampak yang ditimbulkan akibat letusan Gunung Merapi tergolong dasyat dan berdampak terhadap kerugian harta benda, infrastruktur hingga korban jiwa.  Kawasan rawan bencana Merapi meliputi hingga kawasan yang berpenghuni dan kawasan budidaya (tegalan dan kebun campuran).  Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan arahan penggunaan dan kesesuaian lahan dikaitkan dengan kawasan rawan bencana.  Metoda yang digunakan adalah diskriptif analitik dengan berdasarkan hasil survey lapang dan analisis peta (penggunaan lahan dan kawasan rawan bencana).  Hasil analisis menunjukkan bahwa kawasan budidaya yang masih diokupasi oleh masyarakat diarahkan untuk penggunaan lahan tanaman keras dengan kombinasi tanaman pangan.  Tanaman yang mudah suksesi diarahkan pada tanaman yang mempunyai bonggol akar, dikarenakan tanaman ini akan cepat tumbuh setelah terjadi dampak letusan Merapi.   Begitu juga tanaman keras yang mempunyai daya trubus (tumbuh) kembali seperti tanaman hortikultura (Alpukat, Lengkeng, Mahoni), sedangkan tanaman sengon meskipun cepat tumbuh akan tetapi mudah terbakar.

 

Kata kunci : erupsi, tataguna laha, kesesuaian lahan

 

 





 

KAJIAN KERENTANAN GEMPABUMI GEDUNG BERTINGKAT

DENGAN BENTUK BERATURAN DAN TIDAK BERATURAN

 

SEISMIC VULNERABILITY ASSESSMENT OF MULTISTORY

BUILDING WITH REGULAR AND IRREGULAR SHAPE

 

Mulyo Harris Pradono

 

Abstrak

 

Jakarta sebagai ibukota negara memiliki banyak sekali gedung bertingkat. Jumlah gedung bertingkat dengan ketinggian lebih dari sembilan lantai mencapai lebih dari 700 gedung. Sementara itu, Jakarta juga tidak lepas dari ancaman gempabumi. Menurut Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta berada pada zonasi dengan tingkat kegempaan sedang. Namun tidak terhindar dari kemungkinan terjadinya gempabumi besar, yaitu untuk level gempa 2500 tahun. Sedangkan gempa dengan probabilitas kejadian 500 tahun akan menghasilkan gempa tremor di Jakarta sebesar seperti yang dirasakan di Padang pada bulan September 2009, yaitu sekitar MMI VII sampai VIII. Oleh sebab itu, diperlukan kajian kerentanan gedung-gedung bertingkat di DKI Jakarta dalam menghadapi ancaman gempabumi, sehingga dapat diketahui tingkat risikonya.

    

 Kata kunci : gedung bertingkat, bentuk, kerentanan, risiko, gempabumi

 

 

 

PARTISIPASI MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGURANGI RISIKO BENCANA TSUNAMI  DI

DAERAH PANTAI

 

COMMUNITY PARTICIPATION AS AN EFFORT TO REDUCE

THE RISK OF TSUNAMIIN THE COASTAL REGION

 

CB Herman Edyanto

 

Abstrak

Indonesia berada pada posisi ‘cincin api’ (ring of fire), yang berarti bahwa tingkat kemungkinan kejadian bencana, khususnya gempa bumi adalah sangat tinggi. Gerakan lempeng bumi memicu gempa. Bila pusat gempa berada dilaut, maka dapat diduga akan terjadinya tsunami. Peramalan bencana gempa belum dapat dilakukan, tsunami itu sendiri terjadi dan selalui didahului dengan adanya gempa. Waktu yang begitu singkat untuk penyelamatan diri, akan menciptakan kekacauan pada lokasi lokasi dimana konsentrasi penduduknya tinggi, sehingga mengharuskan adanya partisipasi masyarakat dalam melaksanakan proses evakuasi. Studi ini bertujuan untuk memperkenalkan permasalahan tsunami dan tindakan sebagai upaya pengurangan risiko bencana. Adanya partisipasi masyarakat terhadap bencana diharapkan mampu untuk menekan jumlah korban. Metodologi pembahasan dalam studi ini dilakukan secara kualitatif dengan melakukan studi literatur, yang mencakup data sekunder, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari studi ini adalah langkah-langkah lain yang dilakukan dalam pengurangan risiko bencana tsunami.

 

Kata kunci : partisipasi masyarakat, pengurangan risiko bencana, tsunami.

 

 

 

ANALISIS LONGSOR CILILIN DAN MODEL PENGUPAYAAN

KESTABILAN LERENGNYA

 

ANALISIS OF CILILIN LANDSLIDE AND EFFORT MODEL

OF ITS SLOPE STABILITY

 

Wisyanto

 

Abstrak

 

Bencana tanah longsor telah terjadi di berbagai tempat di Indonesia. Demikian halnya dengan Jawa Barat,  tidak sedikit daerahnya telah berulang kali mengalami longsor. Seharusnya dengan telah banyaknya kejadian longsor, kita mampu mengupayakan program penurunan risiko longsor secara baik. Memang kejadian longsor bergantung pada banyak variabel, dimana dari satu daerah dengan daerah yang lain akan sangat memungkinkan mempunyai variabel yang berbeda, sehingga tidak mungkin kita membuat generalisasi penerapan suatu teknologi mitigasinya untuk semua daerah rawan longsor. Penelitian longsor di Cililin dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya bencana di sekitar daerah Longsor Cililin 2013 yang lalu. Melalui pengamatan kondisi litologi, keairan, tutupan lahan dan bentang alam yang ada, serta pertimbangan akan dimensi luas pijakan bangunan, jarak batas bangunan dengan lereng dan lain sebagainya, telah ditentukan beberapa upaya penurunan risiko bencana di daerah sekitar longsor terhadap potensi kejadian longsor dimasa mendatang.

 

Kata kunci: longsor, penurunan risiko, pijakan bangunan, Cililin