abstrak material

 

Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia (JSTI)

Volume 16, Nomor 2, Agustus 2014

 

Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia (JSTI), adalah wadah informasi bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah, terkait dalam bidang Iptek.  Terbit pertama kali pada tahun 1999, dengan frekwensi terbit tiga kali setahun, yaitu bulan April, Agustus dan Desember.

 

Pembina :

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

 

Pengarah :

Sekretaris Utama BPPT

 

Penanggung Jawab :

Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi.

Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi

Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam

Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa

Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material.

 

Ketua Dewan Redaksi :

Prof. Dr. Ir. Bambang Hariyanto, MS. (Bidang Teknologi Petanian)

 

Wakil Ketua Dewan Redaksi :

Dr. Ir. I. Nyoman Jujur, M.Eng. (Bidang Teknik Mesin/Material)

 

Anggota Dewan Redaksi :

Prof. Dr. Suyanto Pawiroharsono, DEA. (Bidang Teknologi Pangan dan Mikrobiologi)

Dr. Siswa Setyahadi (Bidang Bioteknologi)

Prof. Dr. Ir. Yudhi Soetrisno Garno, MSc. (Bidang Teknologi Lingkungan)

Prof. Ir. Maryadi, M.A. (Bidang KebijakanTeknologi )

Ir. Andrari Grahitandaru, M.Si. (Bidang Teknologi Elektronika dan Informatika)

Prof. Dr. Herliyani Suharta (Bidang Teknologi Energi)

Dr. Ir. Sudirman Habibie (Bidang Teknologi Proses Industri).

Dr. Ir. Samudro, M.Eng. (Bidang Teknologi Pertahanan dan Keamanan)

Prof. Ir. Wimpie Agung Nugroho, MSCE, Ph.D. (Bidang Teknologi Transportasi)

Prof. Dr. Ir. Suhendar I. Sachoemar  (Bidang Teknologi Kelautan)

Dr. Ir. Herman Edyanto (Bidang Teknologi Pengembangan Wilayah)

Ir. Wisyanto, MT. (Bidang Teknologi Mitigasi Bencana)

Dr. Ir. Iwan G. Tejakusuma, M.Sc. (Bidang Teknologi Sumberdaya Lahan dan Mitigasi Bencana)

 

Redaksi Pelaksana :

Ir. Sindu Akhadiarto, MM. APU. (Ketua)

Prof. Dra. Netty Widyastuti, M.Si. (Wakil Ketua)

Yanti Permatasari, SH. (Anggota)

Juprianto, S.Sos. (Anggota)

Drs. Gatot Sukoco (Anggota)

Sulistio Lestari (Anggota)

Indra Pranajaya, S.Sn. (Anggota)

Pinggar Hawa (Anggota)

Syahrul Rosyad (Anggota)

Afifah, S.Kom. (Anggota)

 

Alamat Redaksi/Penerbit :

Biro Umum dan Humas, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Jl. MH. Thamrin 8, Gedung II BPPT, Lt. 7, Jakarta 10340.

Telpon (021) 316-8200; Fax : (021) 319-24319, E-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

UCAPAN TERIMA KASIH 

Ucapan terima kasih dan penghargaan disampaikan kepada para pakar yang telah diundang sebagai Mitra Bestari / Penelaah oleh Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia (JSTI) pada Volume 16, Nomor 2, Tahun 2014, dengan Edisi : Material.  Berikut ini Daftar Nama Pakar yang berpartisipasi : 

 

Nama Mitra Bestari

Instansi & Alamat

Prof. Dr-Ing. Ir. Bambang Suharno

Departemen Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia (UI), Depok – 16424.

Dr. Ir. Budhy Kurniawan, M.Sc.

Departemen Fisika FMIPA. Universitas Indonesia (UI), Depok – 16424.

Prof. Dr. Ir. Adi Saptari, M.Sc.

Jurusan Manufacturing Management, Universiti Teknikal Malaysia Melaka.  Hangtuah Jaya, 76100 Durian Tunggal, Melaka, Malaysia.

Dr-Ing. Ir. Agus Suhartono, H.

B2TKS, Gedung 220, Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan.


KATA PENGANTAR

Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia (JSTI) merupakan edisi dengan beberapa topik yang menyangkut ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti : Pertanian, Bioteknologi, Material, Pengembangan Wilayah, Mitigasi Bencana, Energi, Transportasi, Kebijakan Teknologi, dan sebagainya.  Penerbitan JSTI, pada Volume 16, Nomor 2, pada bulan Agustus  kali ini dengan mengambil topik tentang Material.

Dalamedisiini, topik utamadiarahkanpadatelaahilmiah di bidang Material denganmemuat 5 (lima) artikel, yang masingmasingnyaberjudul : (1). Fenomena Fatique Penyebab Kerusakan Baut  pada Piston Mesin Suatu Unit Alat Berat Buldoser, (2). Analisis Kondisi Aktual Pipa Radian Furnace yang secara Visual telah Rusak  pada Unit Pengolahan Minyak Mentah, (3). Kerusakan pada Material Pipa Air Bersih Akibat General Corrosion, (4). Analisis Tegangan Sistem Perpipaan Minyak pada Sisi Hisap Pompa dengan Perangkat Lunak Caesar II, dan (5). Studi Pencegahan Pengerasan Menggunakan Teknologi Inokulasi Besi Cor Kelabu FC-250 pada Kasus Dove Tale Produk Ragum Tipe 125.

Pada kesempatan ini, kami atas nama Redaksi JSTI mengundang para ahli, akademisi maupun masyarakat luas untuk berpartisipasi mengisi makalah ilmiah pada penerbitan JSTI edisi selanjutnya.  Redaksi sangat menghargai segala kritik dan saran yang membangun.  Atas bantuan dan kerjasama semua pihak, kami mengucapkan banyak terima kasih.

 

 

 


DAFTAR ISI

1.

Fenomena Fatique Penyebab Kerusakan Baut  pada Piston Mesin Suatu Unit Alat Berat Buldoser.

- Eka Febriyanti

 

1 - 9

2.

Analisis Kondisi Aktual Pipa Radian Furnace yang secara Visual telah Rusak  pada Unit Pengolahan Minyak Mentah.

- M. Syahril dan Amin Suhadi

 

10 - 19

3.

Kerusakan pada Material Pipa Air Bersih Akibat General Corrosion.

- M.N. Setya Nusa

 

20 - 27

4.

Analisis Tegangan Sistem Perpipaan Minyak pada Sisi Hisap Pompa dengan Perangkat Lunak Caesar II.  

- Sugeng Haryono, Mohammad Dhandhang Purwadi, dan Basori

 

28 - 38

5.

Teknologi Inokulasi Besi Cor Kelabu FC-250 untuk Mencegah Pengerasan pada Dove Tale Produk Ragum Tipe 125.

- Amin Suhadi dan Seodihono

 

39 - 57

     

 

Index Penulis . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

 

40

   

 

Panduan Penulis . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

 

41

   

 

   

 


 





 

FENOMENA FATIK PADA BAUT PENYEBAB KERUSAKAN

PISTON MESIN DIESEL SUATU UNIT ALAT BERAT BULDOZER

 

Eka Febriyanti

 

Abstrak

 

Bautmerupakan komponen penting suatu mesin diesel pada sebuah unit alat berat buldozer yang salah satunya berfungsi untuk mengencangkan komponen piston. Oleh karena itu, menyebabkan baut tersebutsering mengalami pembebanan tarik dan torsi dalam pengoperasiannya. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa baut rusak selama mesin diesel beroperasi. Untuk mengetahui detail penyebab utama kerusakan yang terjadi pada baut perlu dilakukan analisis yang mendalam. Tahapan yang dilakukan antara lain pemeriksaan visual, pengamatan fraktografi dari permukaan patahan baut dengan menggunakan SEM, pengamatan metalografi, pengujian kekerasan, pengujian tarik, dan analisis komposisi kimia material baut. Dari hasil pengamatan dan pengujian menunjukkan bahwa kerusakan baut disebabkan karena pembebanan fatik dimanakerusakan awal ditandai dengan adanya deformasi plastis berupa indentasi/penjejakan di permukaan luar baut. Oleh karena itu, ketidaksesuaian dalam mekanisme pengencangan dan penjepitan piston menyebabkanterjadinya indentasi/penjejakan. Indentasi/penjejakan di permukaan luar baut berperan sebagai peningkat tegangan. Dengan adanya kehadiran cacat material seperti inklusi MnS seperti yang terlihat dari hasil pengamatan metalografi, ditambah dengan getaran, tegangan tarik, dan torsi selama pengoperasian maka retak fatik terbentuk dari indentasi/penjejakan dan merambat sampai material baut tidak dapat menahan beban dan akhirnya patah.

 

Kata kunci : baut, inklusi, indentasi, getaran, fatik

 

 

 

ANALISIS KONDISI AKTUAL PIPA RADIANFURNACE

PADA UNIT PENGOLAHAN MINYAK MENTAH

 

M. Syahrildan Amin Suhadi

 

Abstrak

 

Pipa radian furnace yang beroperasi pada suhu tinggi dalam suatu unit pengolahan minyak mentah digunakan untuk memanaskan minyak agar dapat dilakukan pemisahan secara fraksi. Faktor keamanan dan keselamatan operasi menjadi fokus penelitian, karena kondisi pipa radian tersebut secara visual telah mengalami degradasi akibat beroperasi pada temperature tinggi sejak 1985. Analisis hasil pemeriksaan dan pengujian terhadap potongan pipa radian furnace menggunakan metode pemeriksaan visual, pengukuran dimensi, analisa komposisi kimia, uji tarik dan pemeriksaan struktur mikro menunjukkan bahwa pipa radian furnace sesuai dengan kriteria standar spesifikasi A335 grade P5, dimana kekuatan tarik (tensile strength) sebesar 493,7 Mpa dan kekuatan luluh (yield strength) sebesar 276,3 MPa yang masih di atas kriteria spesifikasi standarnya dan struktur mikro pipa yang  berupa ferit dan perlit masih cukup baik, maka pipa-pipa radian furnace masih aman / layak untuk beroperasi sesuai dengan kondisi operasi desainnya.

 

Kata Kunci ; Pipa, furnace, kelayakan, kekuatan, struktur mikro.

 

 





 

KERUSAKAN PADA MATERIAL PIPA AIR BERSIH 

AKIBAT GENERAL CORROSION  

 

M. N. Setia Nusa

 

Abstrak

 

Pipa berdiameter 4.5” yang berfungsi mengalirkan air bersih dan telah beroperasi selama 8 tahun, terjadi kerusakan berbentuk korosi pada permukaan luar pipa dan permukaan dalam.  Untuk itu dilakukan analisa kerusakan untuk mengetahui penyebab terjadinya korosi dengan pengujian dan pemeriksaan secara visual, Fractography, Metallography, SEM, EDAX, Uji Kekerasan dan Uji Komposisi Kimia. Hasil pemeriksaan dan pengujian pada pipa yang rusak / korosi berbentuk  jenis general korosi pada permukaan luar pipa yang diakibatkan faktor lingkungan atau tanah disekitar pipa, sedangkan pada bagian dalam pipa dipengaruhi oleh adanya lelehan pengelasan yang kurang sempurna sehingga menimbulkan benjolan yang mengakibatkan aliran air didalam pipa tidak lancar sehingga terjadi turbolensi yang menimbulkan endapan dan mengakibatkan percepatan terjadinya korosi.

 

Kata Kunci : Pipa, lingkungan, turbolensi, korosi, rusak.

 

 

 

ANALISIS TEGANGAN SISTEM PERPIPAAN MINYAK PADA

SISI HISAP POMPA DENGAN PERANGKAT LUNAK CAESAR II

 

Sugeng Haryono, Mohammad Dhandhang Purwadi, dan Basori

 

Abstrak

 

Penelitian tugas akhir ini membahas analisis tegangan perpipaan pada suction oil pipeline pumps dengan metode komprehensif menggunakan perangkat lunak CAESAR II. Dengan tujuan untuk mengetahui distribusi dan besarnya tegangan, gaya-gaya, momen-momen dan optimalisasi pada sistem perpipaan. Salah satu metode untuk memberikan perlindungan terhadap beberapa mode kegagalan dengan melakukan analisis tegangan perpipaan. Simulasi pemodelan dilakukan untuk menganalisis sistem perpipaan terhadap respon termal, tekanan, bobot mati, beban angin, dan beban seismik. Analisis ini juga melibatkan evaluasi gaya-gaya dan momen-momen yang bekerja pada sistem perpipaan yang terhubung ke nozzle equipment. Dari laporan analisis diperoleh distribusi tegangan, gaya-gaya, dan momen-momen yang bekerja pada sistem perpipaan dan diperoleh hasil optimal. Terjadinya pergeseran dan besarnya gaya-gaya dan momen-momen yang bekerja pada elemen perpipaan tidak tersekap pada beberapa node sehingga tidak menyebabkan tegangan berkembang menjadi lebih besar. Tegangan tertinggi pada node 460, load case 39 (expansion loads) dengan code stress = 319.8 N/sq.mm, allowable stress = 320.3 N/sq.mm sehingga 319.8 N/sq.mm ≤ 320.3 N/sq.mm. Secara keseluruhan hasil optimalisasi pada sistem perpipaan akibat dari faktor pembebanan telah memenuhi persyaratan allowable, yaitu tegangan, gaya-gaya, dan momen-momen yang bekerja pada sistem perpipaan tidak melebihi dari allowable stress dan allowable nozzle loads berdasarkan pada ASME Code B31.3 dan API Standard 610.

 

Kata kunci: analisis tegangan,CAESAR II, optimalisasi, sistem perpipaan

 

 

 

TEKNOLOGI INOKULASI BESI COR KELABU FC-250

 UNTUK MENCEGAH PENGERASAN PADADOVE TALE

PRODUK RAGUM TIPE 125

 

Amin Suhadi dan Seodihono

 

Abstrak

 

Teknologi produksi pada industri pengecoran di Indonesia masih membutuhkan perbaikan terutama dalam pembuatan komponen mesin perkakas dan peralatan pabrik yang terbuat dari besi tuang kelabu yang mempunyai variasi ketebalan yang besar seperti konstruksi ekor burung (dove tale).  Pada pengecoran, struktur mikro dari besi tuang kelabu sangat dipengaruhi oleh kecepatan pendinginan, komposisi kimia dan proses perlakuan pada logam cair (inokulasi). Bagian yang mempunyai ukuran paling tipis mempunyai kecepatan pendinigan paling tinggi karena itu ukuran butirnya jauh lebih kecil dari bagian lain, akibatnya bagian ini mempunyai kekerasan lebih tinggi dan sulit dilakukan pengerjaan mesin.  Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki hal ini yang terjadi pada dove tale dengan cara  memodifikasi proses perlakuan pada cairan besi dan proses pendinginan. Penelitian dimulai dari analisa struktur mikro, pengujian komposisi kimia, pengujian sifat mekanis pada produk kemudian dilakukan modifikasi menggunakan pendekatan metode statistik Taguchi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan terbaik yang dapat diperoleh untuk mendapatkan keseragaman struktur mikro dan sifat mekanispada pengecoran besi tuang kelabuadalah penambahanseed inoculation super ® 75, sebesar 0.25% dengan metode pemasukan inokulasi kedalam Ladle pengangkut logam cair.

 

Kata kunci : karbon, struktur mikro, kekerasan, inokulasi.